Joko Widodo, atau yang akrab disapa Pak Jokowi, lahir dan besar di kota Solo. Beliau bukan berasal dari keluarga elite. Masa kecilnya penuh perjuangan, hidup di kawasan bantaran sungai dan sempat beberapa kali digusur. Tapi dari kecil, Jokowi udah diajarin buat rajin, jujur, dan nggak mudah nyerah.
Beliau mulai sekolah di SD Negeri 111 Tirtoyoso Solo. Sekolah negeri biasa, nggak mewah, tapi di situlah semangat belajar Pak Jokowi tumbuh. Beliau dikenal sebagai siswa pendiam tapi tekun dan suka mengamati lingkungan sekitar.
Setelah lulus SD, Jokowi melanjutkan ke SMP Negeri 1 Surakarta. Di sekolah ini, dia semakin menunjukkan karakter pekerja keras. Nggak banyak bicara, tapi selalu berusaha menampilkan yang terbaik.
SMA-nya dilanjutkan di SMA Negeri 6 Surakarta. Meskipun fasilitas sekolah tidak mewah, Pak Jokowi tetap rajin belajar dan aktif di kegiatan sekolah. Lingkungan yang sederhana justru membentuk karakter tangguhnya.
Tahun 1980-an, Jokowi diterima di Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta. Beliau masuk Fakultas Kehutanan dan mengambil jurusan Teknologi Hasil Hutan. Kuliahnya fokus ke pengelolaan kayu, rotan, dan sumber daya alam hutan lainnya.
Beliau lulus dengan gelar Sarjana Kehutanan (S.Hut.). Skripsinya membahas pemanfaatan kayu sengon, topik yang kemudian sangat nyambung dengan karier bisnis mebel yang beliau tekuni setelah lulus.
Setelah lulus, beliau nggak buru-buru kerja di kantor. Jokowi justru turun langsung ke lapangan, kerja sebagai pengusaha mebel di Solo. Dari sini beliau belajar manajemen, pemasaran, dan menghadapi berbagai tantangan industri.
Pendidikan formalnya jadi pondasi, tapi pendidikan hidup dari lapanganlah yang benar-benar menempanya jadi sosok pemimpin yang tangguh dan realistis.
Menariknya, Jokowi nggak melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 atau S3. Tapi kontribusinya diakui banyak pihak. Beberapa kampus luar negeri memberi beliau gelar doktor kehormatan, seperti dari Hankuk University di Korea Selatan. Ini bukti bahwa dampak nyata lebih penting dari sekadar gelar.
Perjalanan pendidikan Pak Jokowi membuktikan bahwa asal kita punya tekad, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar, kita bisa sukses dari mana pun asal kita. Nggak perlu sekolah mahal, yang penting kita sungguh-sungguh. Siapa tahu, suatu hari nanti, kita juga bisa bikin perubahan besar buat negeri ini seperti beliau.