Biografi dan Profil Janice Tjen: Kisah Sukses Lulusan Pepperdine yang Guncang Dunia Tenis

Gambar-Biografi dan Profil Janice Tjen: Kisah Sukses Lulusan Pepperdine yang Guncang Dunia Tenis

Bagikan ke media sosial

Dunia tenis Indonesia kembali bergairah! Setelah era Yayuk Basuki dan Angelique Widjaja, kini muncul nama Janice Tjen yang mencuri perhatian publik. Bukan cuma soal pukulan forehand-nya yang mematikan, tapi perjalanan hidupnya yang menyeimbangkan antara pendidikan tinggi dan karier profesional adalah sesuatu yang patut kita bedah. Penasaran bagaimana "anak kuliahan" ini bisa menembus peringkat 50 besar dunia? Yuk, simak biografi dan profil Janice Tjen secara lengkap di sini.

Akar Pendidikan: Memulai dari Sekolah Khusus Olahragawan

Lahir di Jakarta pada 6 Mei 2002, Janice Tjen tidak mendapatkan kesuksesannya secara instan. Sejak usia 7 tahun, ia sudah akrab dengan raket tenis. Menariknya, dorongan untuk serius di dunia tenis justru datang dari sahabatnya sendiri, Priska Madelyn Nugroho, yang juga merupakan bintang tenis junior Indonesia.

Janice menempuh pendidikan menengah di SMA Negeri Ragunan, Jakarta. Bagi kamu yang belum tahu, sekolah ini adalah "kawah candradimuka" bagi atlet-atlet elit Indonesia. Di sini, Janice belajar bagaimana membagi waktu antara jadwal latihan yang padat dengan kurikulum sekolah formal. Lulus dari Ragunan, ia tidak langsung "terjun bebas" ke profesional, melainkan memilih jalur yang lebih strategis dan edukatif.

Strategi Beasiswa NCAA: Kuliah Sambil Bertanding di Amerika

Banyak atlet muda terjebak pada dilema: lanjut kuliah atau langsung pro? Janice dan orang tuanya mengambil keputusan cerdas. Mengingat biaya tur profesional yang sangat besar, Janice memilih jalur College Tennis di Amerika Serikat melalui beasiswa atletik NCAA (National Collegiate Athletic Association).

  • Universitas Pertama: Janice memulai perjalanannya di University of Oregon.
  • Transfer ke Pepperdine: Pada 2021, ia pindah ke Pepperdine University di California, bergabung dengan tim elit Pepperdine Waves.
  • Gelar Akademik: Janice resmi menyandang gelar Sarjana Sosiologi pada tahun 2024.
  • Prestasi Kampus: Menjadi Runner-up NCAA Doubles 2024 bersama rekannya, Savannah Broadus.

Pendidikan sosiologi yang ia tempuh di Pepperdine bukan sekadar gelar. Lingkungan kampus di Amerika Serikat menggembleng mentalitas Janice, membuatnya lebih dewasa dalam menghadapi tekanan di lapangan. Ini membuktikan bahwa pendidikan tinggi bisa menjadi fondasi kuat bagi karier atlet profesional.

Transisi Menuju Karier Profesional yang Spektakuler

Setelah mengantongi ijazah pada 2024, Janice langsung tancap gas. Hanya dalam waktu satu tahun (Juni 2024–Juni 2025), ia berhasil mengoleksi 13 gelar ITF tunggal dan 6 gelar ganda. Efisiensi dan konsistensinya di lapangan membuatnya dianugerahi gelar Player of the Month oleh ITF selama dua bulan berturut-turut pada Mei dan Juni 2025.

Menembus Dominasi Grand Slam dan WTA

Nama Janice benar-benar meledak saat ia lolos ke babak utama US Open 2025. Ini adalah momen bersejarah karena ia menjadi petenis putri Indonesia pertama yang tampil di Grand Slam sejak Angelique Widjaja pada 2004. Tak tanggung-tanggung, ia menumbangkan unggulan ke-24, Veronika Kudermetova, di babak pertama.

Puncaknya, pada 2 November 2025, Janice meraih gelar juara tunggal putri di WTA 250 Chennai Open. Kemenangan ini mengakhiri dahaga gelar juara tunggal putri Indonesia di level WTA yang sudah berlangsung selama 23 tahun!

Tabel Profil Lengkap Janice Tjen

Untuk mempermudah kamu mengenal sosok hebat ini, berikut adalah ringkasan profil dan pencapaian Janice Tjen hingga awal 2026:

Informasi Detail Lengkap
Nama Lengkap Janice Tjen
Tempat, Tanggal Lahir Jakarta, 6 Mei 2002
Pendidikan Terakhir S1 Sosiologi, Pepperdine University (2024)
Peringkat Tertinggi Tunggal 46 Dunia (9 Februari 2026)
Peringkat Tertinggi Ganda 57 Dunia (9 Februari 2026)
Gelar Tur WTA Perdana Chennai Open 2025 (Tunggal), Guangzhou Open 2025 (Ganda)
Medali Asian Games Perunggu Ganda Putri (2022)

Inspirasi bagi Generasi Muda Indonesia

Kisah Janice Tjen mengajarkan kita bahwa mengejar prestasi olahraga tidak harus mengorbankan pendidikan. Dengan memanfaatkan sistem beasiswa seperti yang ada di Amerika, seorang atlet bisa mendapatkan keamanan masa depan (gelar sarjana) sekaligus mengasah kemampuan teknis di level tertinggi.

Masa Depan Cerah di Tahun 2026

Memasuki tahun 2026, Janice terus menunjukkan taringnya. Di Australian Open 2026, ia sempat membuat kejutan dengan mengalahkan Leylah Fernandez. Kini, ia resmi menjadi petenis Indonesia kedua dalam sejarah yang mampu menembus peringkat 50 besar WTA setelah sang legenda, Yayuk Basuki.

Kesimpulan

Biografi dan profil Janice Tjen adalah cerminan dari kerja keras, strategi pendidikan yang tepat, dan mentalitas pantang menyerah. Dari lapangan tanah liat di Jakarta hingga lapangan keras di Melbourne dan New York, Janice telah membuktikan bahwa Indonesia punya talenta kelas dunia.

Jangan lewatkan artikel terbaru! Baca sekarang untuk tetap mendapatkan informasi terkini