Biografi dan Profil Oegroseno: Jejak Pendidikan Sang Jenderal Humanis

Gambar-Biografi dan Profil Oegroseno: Jejak Pendidikan Sang Jenderal Humanis

Bagikan ke media sosial

Kalau kita bicara soal sosok polisi yang nyentrik tapi berprestasi, nama Komjen Pol (Purn.) Oegroseno pasti masuk dalam daftar teratas. Mantan Wakapolri ini bukan cuma dikenal karena jabatan menterengnya, tapi juga karena integritasnya yang "gak ada obat". Menelusuri biografi dan profil Oegroseno sama saja dengan belajar tentang bagaimana pendidikan dan nilai keluarga membentuk karakter seorang pemimpin yang membumi.

Lahir dari Keluarga Abdi Negara

Oegroseno lahir pada 17 Februari 1956. Darah bhayangkara dan pengabdian memang sudah mengalir deras di nadinya. Ayahnya adalah Brigjen. Pol. (Purn.) Rustam Santiko, seorang tokoh yang pernah menjabat sebagai Bupati Pati di era 70-an sekaligus Wakil Gubernur Akademi Kepolisian. Dari sinilah Oegro, sapaan akrabnya, belajar bahwa disiplin bukan soal teriakan, tapi soal teladan.

  • Inspirasi Ayah:
    Ketegasan Oegro diakui banyak pihak terinspirasi langsung dari sang ayah yang sangat disiplin.
  • Keluarga Besar:
    Ia tumbuh bersama saudara-saudara yang juga sukses di bidangnya, mulai dari TNI, Polri, hingga birokrasi pemerintahan.
  • Nilai Kesederhanaan:
    Meski anak pejabat, Oegro tumbuh dengan pemahaman bahwa jabatan adalah amanah, bukan hak istimewa.

Riwayat Pendidikan: Dari Akabri hingga PTIK

Bagi teman-teman yang penasaran dengan jalur akademis sang jenderal, Oegroseno adalah jebolan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri)—yang sekarang kita kenal sebagai Akpol—lulusan tahun 1978. Di angkatannya, ia dikenal sebagai sosok yang punya insting reserse yang tajam.

Pendidikan Formal Kepolisian

Setelah lulus dari Akabri, Oegroseno tidak lantas berhenti belajar. Ia menyadari bahwa tantangan di lapangan membutuhkan pemahaman teori dan hukum yang kuat. Ia kemudian menempuh pendidikan di PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian) dan lulus pada tahun 1986. Pendidikan ini menjadi fondasi bagi kemampuannya dalam menganalisis kasus-kasus kriminal kompleks di masa depan.

Jenjang Pendidikan Lembaga/Tahun Fokus Kemampuan
Pendidikan Pembentukan Akabri (Akpol) 1978 Kepemimpinan Dasar & Militer
Pendidikan Lanjutan PTIK 1986 Ilmu Kepolisian & Strategi Hukum
Spesialisasi Bidang Reserse Penyelidikan & Penyidikan Kriminal

Karier Cemerlang: Dari Propam Hingga Sumut

Dalam biografi dan profil Oegroseno, masa jabatannya sebagai Kadiv Propam Polri sering disebut sebagai masa "bersih-bersih". Ia dinilai sangat tepat mengawasi perilaku personel Polri karena sifatnya yang tanpa kompromi. Mantan atasannya, Irjen. Pol. (Purn.) Timbul Silaen, bahkan memuji bahwa di tangan Oegro, fungsi pengawasan Polri berjalan sangat efektif.

Aksi Heroik di Polda Sumatera Utara

Salah satu cerita paling ikonik dari Oegroseno adalah saat ia menjabat sebagai Kapolda Sumut. Bukannya duduk manis di balik meja, ia malah terjun langsung mengejar pelaku teror. Bahkan, ada momen di mana sang jenderal nekat berenang menyeberangi sungai di Serdang Bedagai demi memastikan penyisiran lokasi berjalan maksimal. Baginya, pemimpin harus melihat kondisi lapangan secara nyata, bukan cuma lewat laporan di atas kertas.

Gaya Kepemimpinan di Lemdiklat dan Baharkam

Saat naik pangkat menjadi bintang tiga (Komjen) dan menjabat sebagai Kalemdiklat Polri, Oegroseno membawa angin segar bagi dunia pendidikan polisi. Ia adalah sosok yang sangat humanis. Bayangkan saja, seorang jenderal bintang tiga tidak canggung pergi ke kantor dengan mengayuh sepeda pancal dari rumahnya di Ciputat!

Inovasi Pendidikan Polisi

Selama memimpin lembaga pendidikan, ia mengusulkan agar jenjang pendidikan seperti Setukpa, Selapa, hingga Sespim dilaksanakan di tiap-tiap Polda. Tujuannya sederhana: efisiensi dan pemerataan kualitas SDM Polri di seluruh tanah air. Setelah dari Lemdiklat, ia dipercaya memegang tongkat komando di Baharkam Polri untuk menangani konflik komunal dan pengamanan objek vital nasional yang krusial.

Puncak Karier dan Masa Pensiun

Puncak dari pengabdiannya adalah saat ia dilantik menjadi Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) periode 2013–2014. Setelah gantung seragam, Oegroseno tetap aktif berkontribusi bagi bangsa, salah satunya dengan menjabat sebagai Ketua Umum PP PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia). Integritasnya tetap terjaga, terbukti dengan laporan pertanggungjawabannya yang diapresiasi tinggi oleh seluruh anggota munas.

Kesimpulan

Membaca biografi dan profil Oegroseno mengajarkan kita bahwa pendidikan yang kuat, jika dibarengi dengan integritas dan kesederhanaan, akan menghasilkan pemimpin yang dicintai rakyat. Beliau membuktikan bahwa menjadi pejabat tinggi tidak harus eksklusif; cukup dengan menjadi manusia yang jujur dan berani turun ke sungai demi tugas negara.

Jangan lewatkan artikel terbaru! Baca sekarang untuk tetap mendapatkan informasi terkini