Halo Sobat! Kalau ngomongin soal pendakwah milenial yang lagi hits dan digandrungi banyak anak muda zaman sekarang, nama Gus Iqdam pasti langsung terlintas di pikiran. Gaya ceramahnya yang asyik, santai, dan gampang banget dicerna bikin beliau mudah diterima oleh semua kalangan, dari santri sampai anak-anak jalanan. Nah, buat kamu yang penasaran tentang biografi dan profil Gus Iqdam, khususnya dari sudut pandang riwayat pendidikan dan perjalanan akademisnya, kamu mendarat di artikel yang tepat!
Agus Muhammad Iqdam Kholid, atau yang akrab disapa Gus Iqdam, adalah salah satu ikon pendakwah muda Nahdlatul Ulama (NU) asal Blitar, Jawa Timur. Beliau membuktikan bahwa pendidikan pesantren yang kental dengan tradisi bisa dipadukan dengan sangat harmonis bersama ilmu akademis formal. Penasaran kan gimana jejak pendidikannya?
Biodata dan Profil Singkat Gus Iqdam
Sebelum kita bahas lebih jauh tentang gimana serunya perjalanan pendidikan beliau, yuk kita intip dulu tabel biodata singkatnya di bawah ini biar makin kenal dengan sosok inspiratif satu ini!
| Nama Lengkap | Agus Muhammad Iqdam Kholid |
|---|---|
| Tempat, Tanggal Lahir | Blitar, Jawa Timur, 27 September 1994 |
| Agama | Islam |
| Nama Orang Tua | KH. Kholid (Ayah) & Hj. Ny. Lam'atul Walidah (Ibu) |
| Nama Istri | Aning Nilatin Nihayah (Ning Nila) |
| Pendidikan Formal & Non-Formal | PP Al-Falah Ploso Kediri & S1 Ilmu Hukum UNISBA |
| Majelis Dakwah | Sabilu Taubah |
Latar Belakang Keluarga: Tumbuh di Lingkungan Religius
Membahas biografi dan profil Gus Iqdam rasanya nggak akan lengkap kalau nggak melihat dari mana beliau berasal. Gus Iqdam lahir dan besar di lingkungan keluarga kyai yang sangat religius di Blitar. Darah ulama memang sudah mengalir deras di nadinya. Ayahnya, KH. Kholid, dan ibunya, Hj. Ny. Lam'atul Walidah, adalah tokoh agama yang sangat dihormati di daerahnya.
Tumbuh di keluarga pesantren bikin masa kecil Gus Iqdam sudah akrab banget sama kegiatan ngaji, kitab kuning, dan kedisiplinan tingkat tinggi. Tapi, yang bikin beda, didikan orang tuanya nggak cuma sekadar mendalami ilmu agama secara kaku, tapi juga ngajarin gimana cara membaur dan bersosialisasi dengan masyarakat luas. Inilah cikal bakal kenapa gaya komunikasi Gus Iqdam luwes banget saat di panggung dakwah.
Jejak Pendidikan Gus Iqdam: Perpaduan Salaf dan Modern
Ini nih bagian yang paling menarik buat diulas! Dari kacamata pendidikan, Gus Iqdam adalah sosok paket komplet. Beliau mengenyam pendidikan agama yang sangat mendalam di pesantren salaf, tapi juga nggak ketinggalan buat ngejar gelar akademis di kampus modern. Yuk, kita bedah riwayat sekolahnya!
1. Nyantri di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso
Untuk urusan fondasi ilmu agama, Gus Iqdam digembleng langsung di salah satu pondok pesantren tertua dan paling bergengsi di Jawa Timur, yaitu Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri. Di sinilah akar keilmuan Islam, fikih, tauhid, dan akhlaknya dibentuk secara matang dan sistematis.
- Nama Pesantren: Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Mojo, Kediri
- Fokus Keilmuan: Kitab Kuning, Fikih, Akhlak, Tasawuf
- Karakteristik Pembelajaran: Pesantren Salaf dengan tradisi hafalan dan diskusi (bahtsul masail) yang ketat
Kehidupan nyantri di Ploso ngajarin beliau banyak hal tentang kesederhanaan dan ketangguhan mental. Belajar mengkaji teks-teks klasik siang-malam sudah jadi rutinitas wajib. Pemahaman mendalam dari pesantren inilah yang sekarang jadi amunisi utama beliau dalam menyampaikan materi ceramah yang berbobot namun tetap renyah didengar oleh kaum milenial.
2. Pendidikan Tinggi di Universitas Islam Balitar (UNISBA)
Siapa sangka, di balik gaya sarungan dan kopyahnya yang khas saat berceramah, Gus Iqdam ternyata juga punya kepedulian tinggi sama pendidikan formal. Setelah cukup membekali diri dengan ilmu agama di pesantren, beliau tercatat melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.
Jurusan yang diambil pun cukup menarik dan strategis, yaitu Ilmu Hukum! Beliau tercatat sebagai mahasiswa di Fakultas Hukum Universitas Islam Balitar (UNISBA) Blitar. Mempelajari ilmu hukum ini ngebantu banget pola pikir beliau jadi lebih sistematis, analitis, dan terstruktur.
Kenapa Ilmu Hukum Sangat Relevan?
Belajar hukum positif ngasih wawasan luas buat Gus Iqdam tentang aturan bernegara, keadilan masyarakat, dan regulasi sosial. Kombinasi pemahaman hukum negara dari kampus dan hukum agama (fikih) dari pesantren ini yang bikin pendekatan dakwah Gus Iqdam beda dari yang lain. Beliau bisa ngasih solusi masalah keseharian jamaahnya secara logis, adil, dan syar'i.
Kiprah Dakwah: Dari Pesantren hingga Sabilu Taubah
Berbekal ilmu dari Pesantren Ploso dan kampus UNISBA, Gus Iqdam mengabdikan dirinya untuk masyarakat. Saat ini, beliau dipercaya mengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam II di Desa Karanggayam, Srengat, Blitar. Tapi, gebrakan paling fenomenal justru lahir dari sebuah majelis yang beliau gagas.
Awal Mula Berdirinya Majelis Sabilu Taubah
Pada akhir tahun 2018, Gus Iqdam mendirikan Majelis Sabilu Taubah. Konsep majelis ini sangat out-of-the-box: merangkul mereka yang merasa terpinggirkan, seperti anak jalanan, preman, atau anak muda yang pengen belajar agama tapi merasa minder buat datang ke masjid. Pendekatan edukatif yang santai bikin majelis ini cepat diterima.
Fakta Unik Majelis Sabilu Taubah
- Didirikan pada akhir tahun 2018 sebagai wadah ngaji santai.
- Awal mula berdiri, majelis ini hanya dihadiri oleh 7 orang jamaah.
- Kini, berkat gaya edukasi yang merangkul, jamaahnya membeludak hingga puluhan ribu orang dari berbagai penjuru daerah.
- Menjadi tempat belajar agama tanpa adanya judgement atau penghakiman sosial.
Jargon "Dekengan Pusat" dan Era Dakwah Digital
Buat kamu yang aktif di media sosial, pasti udah nggak asing dengan istilah "Dekengan Pusat". Jargon ini diviralkan langsung oleh Gus Iqdam. Makna filosofisnya sangat dalam: kalau kita punya "beking" alias perlindungan langsung dari Allah SWT (Pusat), maka tidak ada satu pun hal di dunia ini yang perlu ditakuti atau dicemaskan. Pemilihan diksi ini adalah bukti kecerdasan linguistik beliau hasil dari didikan akademis dan pesantren.
Kesimpulannya, menyelami biografi dan profil Gus Iqdam mengajarkan kita bahwa pendidikan itu sifatnya universal dan saling melengkapi. Kombinasi ciamik antara ilmu agama salaf dari pesantren dan ilmu hukum modern dari bangku kuliah sukses melahirkan sosok ulama muda yang cerdas, inklusif, dan punya empati tinggi. Buat kamu yang penasaran pengen lihat langsung jadwal pengajian atau dokumentasi edukatif dakwahnya, kamu bisa langsung meluncur ke kanal resmi YouTube Sabilu Taubah!