Ribuan mahasiswa turun ke jalan menuntut pendidikan murah dan transparansi anggaran. Ini 4 tuntutan utama mereka yang berdampak langsung bagi calon mahasiswa.
Gelombang aksi demonstrasi mahasiswa kembali menggema di berbagai kota besar Indonesia pada akhir Oktober hingga awal November 2026. Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai aliansi seperti Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) dan Aliansi Mahasiswa Untuk Pendidikan (AMUK) turun ke jalan, salah satunya memusatkan perhatian pada isu pendidikan.
Aksi yang berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda (28 Oktober 2026) ini diikuti oleh BEM dari universitas-universitas besar seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Diponegoro (UNDIP), hingga Universitas Brawijaya.
4 Tuntutan Utama Mahasiswa di Bidang Pendidikan
1. Penurunan Biaya Kuliah (UKT)
Mahasiswa secara tegas mendesak pemerintah untuk menurunkan biaya pendidikan tinggi, khususnya Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dinilai terus meningkat setiap tahun. Mereka menginginkan sistem pendidikan yang benar-benar merata dan terjangkau untuk semua lapisan masyarakat.
2. Transparansi Program Indonesia Pintar (PIP)
Aliansi AMUK secara khusus mendatangi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menyoroti dugaan penyimpangan dana Program Indonesia Pintar (PIP). Isu yang disorot meliputi potensi pemotongan dana bantuan, jual beli kuota penerima, hingga transparansi penyaluran yang masih dipertanyakan.
3. Audit Menyeluruh Anggaran Pendidikan
Mahasiswa menuntut audit menyeluruh terhadap seluruh alokasi anggaran pendidikan nasional. Mereka meminta pembukaan data penerima bantuan pendidikan secara transparan kepada publik, serta penindakan tegas terhadap pihak yang menyalahgunakan dana pendidikan.
4. Kesejahteraan dan Kepastian Status Guru Honorer
Selain hak peserta didik, mahasiswa di berbagai daerah juga menyuarakan perbaikan kesejahteraan guru, kejelasan status guru honorer, dan peningkatan fasilitas sekolah di wilayah-wilayah tertinggal yang masih memprihatinkan.
Apa Dampaknya bagi Calon Mahasiswa?
Bagi kamu yang sedang mempersiapkan diri untuk masuk perguruan tinggi, aksi ini membawa pesan penting:
- Pantau kebijakan UKT di universitas tujuanmu. Beberapa PTN sudah memiliki UKT berjenjang - pastikan kamu memahami cara pengajuannya.
- Manfaatkan Program Indonesia Pintar (PIP) dan KIP Kuliah secara resmi melalui jalur yang sah. Laporkan jika ada pungutan tidak resmi.
- Ikuti perkembangan kebijakan beasiswa pemerintah, termasuk LPDP, Beasiswa Indonesia Maju, dan beasiswa kampus masing-masing.
- Aktif berpartisipasi dalam organisasi mahasiswa untuk ikut mengawal kebijakan pendidikan.
Respons Pemerintah
Pemerintah melalui Kantor Komunikasi Kepresidenan menyatakan menghormati aksi unjuk rasa damai tersebut sebagai bagian dari kebebasan berpendapat di alam demokrasi. Pemerintah memastikan berbagai kritik dan masukan, termasuk mengenai perbaikan sektor pendidikan, akan menjadi bahan evaluasi kebijakan ke depan.
Isu biaya pendidikan dan transparansi anggaran bukan hal baru di Indonesia. Namun dengan semakin kuatnya suara mahasiswa, diharapkan ada perubahan nyata yang dapat dirasakan oleh seluruh pelajar Indonesia.
Sumber: Kompas.tv, Kompas.id, Berita Satu, Tribun News, ActualNews.id (November 2026)