Halo Sobat Kampus! Kalau mendengar nama belakang "Shihab", pikiran kita mungkin langsung tertuju pada pakar tafsir Quraish Shihab atau jurnalis kritis Najwa Shihab. Tapi, di dunia pendidikan Indonesia, ada satu lagi "Shihab" yang namanya sangat harum dan menjadi panutan bagi para guru serta orang tua milenial. Dia adalah Najelaa Shihab.
Berbeda dengan sang adik, Najwa, yang memilih jalan di dunia media, wanita yang akrab disapa "Bu Ela" ini mendedikasikan hidupnya 100% untuk dunia pendidikan. Ia bukan sekadar pengajar, tapi seorang inovator yang berani mendirikan sekolah dengan kurikulum "nyeleneh" tapi efektif.
Artikel ini akan membedah sosok Najelaa Shihab dari sudut pandang yang paling dekat dengan kita: riwayat sekolah, jurusan kuliah, dan bagaimana ilmu yang ia pelajari di kampus bisa mengubah wajah pendidikan nasional. Yuk, kita simak profil inspiratifnya!
Jejak Akademis: Cinta Mati pada Psikologi
Jika banyak anak muda yang bingung memilih jurusan kuliah, Najelaa Shihab adalah pengecualian. Sejak remaja, ia sudah memiliki ketertarikan yang sangat kuat pada dunia anak-anak dan pendidikan. Pilihan kuliahnya pun sangat linier dengan passion-nya.
Najelaa adalah alumni Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI). Ia menempuh jenjang Sarjana (S1) hingga Magister (S2) di kampus kuning tersebut dengan spesialisasi Psikologi Perkembangan/Pendidikan.
Kenapa Psikologi, Bukan Pendidikan Guru (FKIP)?
Ini poin menarik, Sobat. Najelaa menyadari bahwa untuk mendidik anak, kita tidak cukup hanya tahu metode mengajar (pedagogi), tapi harus paham dulu "siapa" yang diajar. Ilmu psikologi memberinya kacamata untuk memahami bahwa setiap anak itu unik, punya bakat berbeda, dan cara belajar yang tidak bisa diseragamkan.
Saat masih menjadi mahasiswa pun, Najelaa sudah aktif mengajar. Semangatnya untuk memperbaiki sistem pendidikan yang kaku di Indonesia sudah menyala sejak ia duduk di bangku kuliah.
Mendirikan Sekolah Cikal: Praktik Nyata Ilmu Kampus
Banyak lulusan S2 yang memilih menjadi dosen atau bekerja di HRD perusahaan multinasional. Tapi, Najelaa memilih jalan terjal: mendirikan sekolah sendiri. Pada tahun 1999, berbekal ilmunya, ia mendirikan Sekolah Cikal.
Awalnya, Cikal hanyalah sebuah prasekolah (TK). Namun, karena konsep pendidikannya yang revolusioner, sekolah ini berkembang pesat hingga jenjang SMA. Apa yang membuat Cikal beda? Najelaa menerapkan konsep Personalized Curriculum. Di sekolah ini, tidak ada ranking. Murid tidak dipaksa jago Matematika kalau bakatnya di Seni.
Implementasi "Merdeka Belajar" Sejak Dulu
Jauh sebelum pemerintah menggaungkan slogan "Merdeka Belajar", Najelaa Shihab sudah menerapkannya puluhan tahun lalu di Cikal. Ia percaya pada filosofi:
- Student Centered: Murid adalah subjek, bukan objek yang harus duduk diam mendengarkan ceramah guru.
- Kompetensi 5 Bintang: Cikal fokus membentuk murid yang: Cerdas, Santun, Mandiri, Sehat, dan Bahagia.
- Lifelong Learner: Sekolah bukan tempat cari nilai, tapi tempat menumbuhkan cinta pada kegiatan belajar itu sendiri.
Gerakan "Semua Murid Semua Guru"
Kiprah Najelaa Shihab tidak berhenti di gedung sekolah elit. Ia sadar bahwa pendidikan berkualitas tidak boleh hanya dinikmati segelintir orang. Maka, ia menginisiasi gerakan sosial pendidikan terbesar di Indonesia bernama Semua Murid Semua Guru (SMSG).
Gerakan ini mengajak kitaโmahasiswa, profesional, orang tua, hingga senimanโuntuk terlibat dalam pendidikan. Filosofinya sederhana tapi "mak jleb":
"Setiap orang adalah guru, setiap rumah adalah sekolah."
Lewat gerakan ini, Najelaa mendobrak tembok eksklusivitas. Ia sering mengadakan Pesta Pendidikan, sebuah festival yang mempertemukan komunitas-komunitas pendidikan untuk saling berbagi ilmu.
Inisiator Platform "Inibudi.org"
Sobat Kampus yang sering cari materi belajar online pasti familiar dengan video pembelajaran yang seru. Najelaa juga mendirikan Inibudi.org, sebuah platform yang menyediakan video pembelajaran kreatif untuk guru dan siswa di seluruh pelosok Indonesia secara gratis. Ini adalah bukti digitalisasi pendidikan yang ia dorong agar guru-guru di daerah bisa mengajar dengan cara yang asyik.
Pelajaran untuk Mahasiswa Zaman Now
Membaca profil Najelaa Shihab, ada banyak insight berharga yang bisa kita ambil sebagai bekal masa depan:
1. Kuliah Sesuai Passion itu Penting
Kesuksesan Najelaa dimulai dari kecintaannya pada Psikologi. Ketika kita mencintai jurusan kita, belajar tidak akan terasa sebagai beban, tapi sebagai kebutuhan. Skripsi dan tugas akhir pun akan dikerjakan dengan hati.
2. Berani Melawan Arus
Saat mendirikan Cikal, banyak yang meragukan metode "tanpa ranking" dan "tanpa PR berlebihan". Tapi Najelaa teguh pendirian. Hasilnya? Sekarang metode itulah yang dianggap paling ideal. Sebagai mahasiswa, jangan takut berbeda jika kamu yakin itu benar.
3. Menulis Buku sebagai Warisan Ilmu
Selain sibuk mengurus yayasan, Najelaa sangat produktif menulis buku. Buku-bukunya seperti "Keluarga Kita" dan "Merdeka Belajar di Ruang Kelas" menjadi panduan wajib para orang tua muda dan guru. Ini mengingatkan kita bahwa ilmu harus diikat dengan tulisan.
Kesimpulan: Sosok Pendidik Paket Lengkap
Indonesia beruntung memiliki sosok Najelaa Shihab. Ia adalah bukti bahwa lulusan universitas dalam negeri (UI) mampu melahirkan inovasi pendidikan berkelas dunia. Ia bukan tipe pengkritik yang hanya bisa menyalahkan kurikulum pemerintah, tapi tipe eksekutor yang memberikan contoh nyata solusi.
Bagi Sobat Kampus yang bercita-cita menjadi guru, dosen, atau penggerak pendidikan, jadikanlah Bu Ela sebagai referensi. Bahwa pendidikan itu bukan soal mengisi ember (otak siswa) sampai penuh, tapi menyalakan api (semangat) agar terus menyala.
Teruslah belajar, karena seperti kata Najelaa Shihab: Belajar adalah perjalanan, bukan tujuan.